Resume PKKMB Day 2
Perkenalkan nama saya Nayla Yumna Salsabila mahasiswa baru dari prodi S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran , saya menempuh kuliah di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan saya sedang melaksanakan PKMMB hari kedua
Pemateri 1 : Ainun Najib
Tema : Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi IndustriB
Resume : Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI) dalam pendidikan tinggi sangat besar dan mulai menjadi pengubah permainan (game changer) dalam berbagai aspek—dari pengajaran hingga manajemen institusi.Berikut adalah beberapa aspek utama dari perubahan tersebut, pembelajaran Digital dan Online, penggunaan platform e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel. Mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, meningkatkan inklusivitas dan efisiensi. Kurikulum Berbasis Teknologi. Integrasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) ke dalam kurikulum. Pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0Meskipun Kecerdasan Buatan (AI) menawarkan banyak kekuatan dalam pendidikan tinggi, penggunaannya juga memiliki kelemahan dan risiko yang perlu diwaspadai. Ketergantungan Berlebihan pada Teknologi, mahasiswa dan dosen bisa menjadi terlalu tergantung pada AI, sehingga menurunkan kemampuan berpikir kritis dan analisis mandiri. Proses belajar menjadi pasif, tidak eksploratif, hanya mengikuti rekomendasi dari sistem. Potensi Plagiarisme dan Penyalahgunaan. Berikut beberapa aspek utama dari perubahan tersebut .
Pemateri 2 : Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H
Tema : Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Resume : Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi” sangat penting dalam konteks pembangunan bangsa. Generasi muda adalah pilar masa depan, dan tanpa integritas, pembangunan akan rapuh karena korupsi merusak dari dalam. Korupsi adalah kanker yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia merampas hak-hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik. Melawan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum atau pemerintah, tapi tanggung jawab kolektif seluruh rakyat Indonesia. Generasi muda adalah kunci dan harapan terbesar dalam membangun Indonesia yang bebas korupsi.Generasi muda cenderung lebih kritis, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki idealisme yang tinggi. Ini adalah modal penting untuk menantang status quo dan budaya korupsi yang mengakar.Sebagai generasi yang akan hidup lebih lama, generasi muda memiliki kepentingan langsung untuk mewarisi Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera, bebas dari praktik korupsi Tantangan yang dapat terjadi , budaya "Kenal Sama" dan "Cepat Selesai": Budaya yang mengutamakan koneksi dan jalan pintas, ketidakpastian Masa Depan: Tekanan ekonomi dan persaingan kerja yang bisa mendorong pemuda mencari jalan mudah, pengaruh Lingkungan: Lingkungan yang tidak mendukung integritas bisa menjadi penghalang. hal-hal yang harus diterapkan adalah selalu berkata jujur dan bertindak jujur, dalam situasi apapun, baik di depan umum maupun di ruang privat. Tidak ada "kebohongan putih" dalam konteks integritas. Integritas adalah fondasi utama perang melawan korupsi.
Pemateri 3 : KH. Ma'ruf Rozin
Tema : Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah
Resume : Aswaja (Ahlusunnah wal Jama'ah): Merupakan paham keislaman yang mengikuti jejak generasi terbaik (salafus shalih) dalam beragama, berpegang pada Al-Qur'an, Hadis, Ijma Ulama, dan Qiyas. An-Nahdliyah: Merujuk pada corak ke-NU-an yang menekankan keseimbangan (tawazun), moderasi (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan kemaslahatan (ishlah). Ciri Khasnya, berada di tengah (bukan ekstrem kanan maupun kiri). Menghormati keberagaman mazhab (terutama Syafi'iyyah dalam fiqih, Asy'ariyyah/Maturidiyyah dalam akidah, dan Al-Ghazali dalam tasawuf). Mengutamakan dampak sosial dari pemahaman agama (fiqih sosial). Mahasiswa UNUSA dididik untuk memahami dan mengamalkan khasanah keilmuan klasik NU (kitab kuning) dengan pendekatan kontekstual. SepeeStudi kitab seperti Ta'limul Muta'allim, Fathul Qorib, atau Uqudulujain yang menjadi rujukan etika dan ibadah dalam tradisi NU.Sebagai kader NU, mahasiswa UNUSA diarahkan untuk menjadi pelopor toleransi dan perdamaian, Menolak radikalisme dan ekstremisme, Membangun dialog antaragama dan budaya, Menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil 'alamin (kasih sayang untuk semesta). Mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, dan Aswaja An-Nahdliyah yang mengajarkan landasan teologis dan praktis. Kegiatan Kemahasiswaan seperti Majelis Taklim, Kajian kitab klasik dan kontemporer, Lembaga Semi Otonom (LSO): Seperti PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) atau IPNU/IPPNU yang mengkader aktivis Aswaja. Festival Budaya NU: Mengangkat tradisi seperti shalawatan, hadrah, dan dzikir.
Kolaborasi dengan NU: Mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan PBNU atau PWNU Jawa Timur, seperti Muktamar, Harlah NU, atau program sosial.Menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan pribadi. Mengimplementasikan prinsip moderat, toleran, dan maslahah dalam bermasyarakat. Mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan zaman.
Website Unusa : https://unusa.ac.id
Website Fakultas Kedokteran Unusa : fk.unusa.ac.id
Blog Teman Saya : Pandita
Media Sosial Unusa :
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar
Posting Komentar